Technology News

iklan

There was an error in this gadget

Tuesday, July 8, 2008

Install Windows XP

Instalasi Windows XP sebenarnya bisa juga tanpa harus memasukkan serial number-nya.
Bagaimana caranya? Kita mesti sedikit mau mengutak-atik dan menyediakan cd blank untuk prosesnya.
Caranya sangat mudah kok asalkan kita mau...
Metodenya seperti diuraikan di bawah ini.
Simak baik-baik...

Ini adalah caranya menginstall Windows XP tanpa memasukkan Producy Key nya. Semoga bermanfaat

--
Install Office XP/2003 tanpa memasukkan product key

Secara default, saat anda menginstall Office XP/2003, maka akan diminta untuk memasukkan product key (serial number). Ada trik singkat untuk mengatasi pengisian product key dari manual menjadi otomatis. Ikuti langkah berikut:

1. Copy isi CD installer Office XP/2003 yang Anda beli, ke hard disk
2. Edit file SETUP.INI yang ada di direktori FILESSETUP
3. Di bagian [OPTIONS] tambahkan baris PIDKEY=product key Anda tanpa spasi
4. Burning installer Office XP/2003 tersebut ke CD blank
5. Saat install, Office tidak akan meminta product key

Sunday, February 24, 2008

Penyakit Kawasaki

Kawasaki nama penyakit saat ini, gejalanya mirip demam
Hampir sama dengan gejala-gejala demam berdarah, yakni demam tinggi berhari-hari. Bahkan sering juga disertai dengan bercak merah mirip campak. Kawasaki, inilah nama baru sebagai sebutan yang diberikan kepada penyakit ini. Jangan sampai terlambat segera periksakan ke dokter jika keluarga anda ada yang menderita gejala-gejala semacam ini, sebab jika terlambat terdiagnosis dapat menyerang pembuluh darah jantung dan memicu PJK (Penyakit Jantung Koroner) di usia muda.
Penyebab utama Kawasaki secara pasti belum diketahui namun ada indikasi pemicunya adalah gangguan system kekebalan tubuh yang didahului terjadinya infeksi. Bakteri Staphyloccocus aureus atau A. streptococci yang banyak terdapat pada binatang tungau yang berpindah ke tubuh anak.
Suhu tubuh si penderita Kawasaki bisa meningkat hingga 39˚C dan tidak mengalami penurunan suhu hingga 5 hari.. Kesulitan memang untuk mendeteksi atau memastikan gejala penyakit ini jika hanya didasarkan pada demam yang timbul, sebab kebanyakan demam memang selalu menyertakan suhu yang meningkat dalam tubuh karena terjadi infeksi.
Dari data yang terkumpul mengindikasikan bahwa penyakit Kawasaki menyerang balita (80%) terbanyak (50%) usia 1-2 tahun, dan 20-70% lebih sering pada anak laki-laki. Jarang ditemukan menyerang pada anak berusia dibawah tiga bulan. Dugaan yang timbul karena anak usia ini masih mendapat kekebalan dari ASI dari ibunya atau gejalanya masih ringan hingga tak ketahuan”, kata dr. Najib Advani, SpAK, MMed Paed, ahli jantung dari Subbag Kardiologi Anak, FKUI RSCM Jakarta.

Gejala-gejalanya:
Fase akut (10 hari pertama)
• Demam
• Mata merah
• Bibir, lidah, mulut kemerahan
• Bengkak kemerahan pada telapak
• Kulit kemerahan
• Pembesaran kelenjar getah bening leher
Meskipun penyakit ini tidak menular penyakit Kawasaki kadang terjadi komplikasi radang selaput jantung, radang sendi, radang selaput otak, radang pembuluh darah khususnya pembuluh darah koroner, melebar, dan menggembung pada bagian tertentu sehingga bisa terjadi penyumbatan bagian dalam hingga aliran darah ke otot jantung terganggu. Sehingga dengan demikian penderita harus istirahat penuh.
Penderita Kawasaki di Indonesia yang terungkap baru permukaannya seperti dikatakan Najib “Perkiraan saya, minimal ada 5000 kasus/tahun”. Banyak kasus yang tidak terdeteksi di Indonesia namun setelah dirujuk ke Singapura baru terdiagnosis.

Sunday, January 27, 2008

Konsep pemahaman perlu ditanamkan sejak dini

Suatu saat saya kebagian tugas untuk menjemput anak saya yang kedua di tempat les, kebetulan ibunya sedang tidak bisa menjemput ia sedang mencari bahan makanan untuk dimasak malam nanti karena besoknya harus sudah siap dipasarkan. Mengingat dari hasil jualan makanan dan lauk pauk itu adalah penghasilan tambahan bagi keluarga kami.

Nah, ketika sepeda motor memasuki halaman tempat anak saya les terlihat beberapa anak sedang ramai melakukan pengamatan tumbuhan yang terdapat pada sebidang tanah di Domby Kid’s Shop. Ada yang sedang mencabuti rumput-rumput liar namun beberapa diantara meraka ada yang malah asyik berkejar-kejaran dengan teman lainnya walaupun ada guru pembimbing di sana yang berulangkali menasehati agar mereka tetap melakukan “tugas kecil”nya.

Tidak berarti saya menandaskan bahwa tugas yang diberikan untuk anak-anak itu adalah tugas atau materi yangdijadikan harga mati, artinya kalau tugasnya ini yang dilakukan haruslah ini, bukan itu maksud saya. Karena anak-anak adalah anak-anak yang memiliki dunianya tersendiri.

Beberapa kesan yang timbul dalam benak saya: mengapa anak-anak ini belum memahami akan tugas yang diterima ini sebagai sesuatu yang serius? Sehingga dapat mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh dan teliti, meskipun suasananya memang sambil bermain?

Itu bukan kesalahan memang, dan tumpuan kejanggalan memang bukan kepada anak-anak itu, mengingat sekali lagi dunia mereka adalah dunia canda tawa dan bermain. Namun akan lebih baik lagi jika dari dini sudah mulai ditanamkan “pemahaman” kepada mereka tentang sesuatu yang mereka kerjakan. Sesuatu yang dikerjakan selalu membuahkan hasil baik baik maupun buruk. Setiap kegiatan selalu ada konsekuensinya. Dengan demikian anak-anak dibuat sadar dan memahami terhadap sesuatu yang ia kerjakan itu.

Suatu saat jika diberikan pertanyaan kepada mereka tentang sesuatu yang berkaitan dengan apa yang telah mereka dapat dari pekerjaan mereka yaitu dari hasil pengalaman belajarnya, maka sianak akan mampu memberikan argumen yang nyata dengan penuh keyakinannya krena ia mengetahuinya mengenai sesuatu itu.

Konsep membimbing dengan memberikan pemahaman terhadap sesuatu kepada anak ini dapat dilakukan mulai dari keluarga. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan anak sesekali sangat diperlukan karena saat seperti itulah dapat terjadi interaksi antara anak dengan orang tua dimana orang tua memiliki kesempatan untuk memberikan pengertian pemahaman kepada anaknya tentang sesuatu obyek.

Di sisi lain si anak memiliki sahabat yang dapat diajak bermain sekaligus sebagai pelindung mereka yang mendampinginya.

Kesiapan pribadi untuk menghadapi realita kehidupan memang perlu disiapkan sejak awal. Hal ini salah satunya adalah pembentukan konsep yang mendasar sejak dini. Konsep dasar tersebut adalah “pemahaman” terhadap sesuatu yang ingin atau sedang dikerjakan.
Dengan memahami dan sadar tentang apa, bagaimana, dan untuk apa suatu tindakan dilakukan setidaknya dapat dijadikan sebagai ikon yang berarti didalam bidang pendidikan, khususnya yang diawali dari sebuah keluarga.
 
 

Tripusat Pendidikan

http://id.shvoong.com/social-sciences/1751440-tripusat-pendidikan/

Get paid here

My Photo

My Photo

Love & Life

Love & Life
My Wife

Pictures

Tripot

Tripot
Kencengin tripot dulu dong!

Shot!

Shot!
Saat Bikin Film Pembelajaran

Gini loh caranya...

Gini loh caranya...

Quest

Send message


Free shoutbox @ ShoutMix

joint with me

[url=http://www.yuwie.com/yuwie.asp?r=81866]


HTML CODE